09 April 2008

Maaf, Tuhan























Maaf, Tuhan
Sebelum palu diketok di atas meja pengadilan
izinkan aku sebentar interupsi
Sebab,
ada kutu yang menempel di palu Pak Hakim
izinkan saya menyingkirkan sebentar
sebelum ia terlindas kencang oleh palu Pak Hakim

Maaf, Tuhan
Terlalu lama sidang ini
aku harus interupsi lagi
bolehkah saya sekadar buang hajat?
Ya, sebab
kalau ditahan tentu akan melanggar hukum alam
dan penyakitlah jadinya

Maaf, Tuhan
Aku terpaksa interupsi lagi
Pak Hakim sudah kelelahan
membaca pasal dan ayat-ayat
yang ia jatuhkan sebagai
dasar hukum
saya ingin segera vonis saya jatuh

Maaf, Tuhan
Dosakah saya terlalu sering menginterupsiMu?
Sebab,
aku lihat masih banyak tikus berkeliaran
di dalam ruang sidang
aku jadi ingin muntah

Maaf, Tuhan
Saya interupsi lagi
Pak Hakim kemana pergi?
Buru-buru aku disekap dalam ruang penjara
sebab,
mereka salah tangkap

Maaf, Tuhan
saya hanya mencuri pisang goreng
yang harganya cuma 500 rupiah
besar mana dosanya Tuhan
dengan seekor tikus
yang mempu membuat rubuh jembatan layang
dan membuat jebol gedung DPR

Maaf, Tuhan
saya kebanyakan ngomong....

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......