10 April 2008

Menuju Sukses bag. 1

Salam,
Di balik kesuksesan terbesar setiap orang sebenarnya tidak ada rahasia yang paling mendasar. Sebab, semua orang sebenarnya mampu melakukan dan mencapai sukses besar tersebut. Hanya saja setiap manusia memiliki kapasitasnya masing-masing. Sehingga, perlu disadari bahwa kadar kesuksesan seseorang memiliki kesamaan hanya saja terkadang manusia selalu diliputi oleh perasaan cemburu terhadap orang lain. Hal tersebut pada akhirnya akan berakibat buruk terhadap perkembangan emosi seseorang yang pada gilirannya hanya akan menumpulkan fungsi akal yang merupakan prinsip dasar dalam menuai sukses.

Ihwal ini sering kali terjadi pada siapa saja. Untuk itu, dibutuhkan kecerdasan emosi dan kecerdasan dalam mengolah rasa. Hal ini akan dapat membantu kita untuk mampu lebih belajar bagaimana bersikap terhadap apa yang sedang kita hadapi baik di masa lalu maupun saat ini.

Beberapa hal yang patut kita perhatikan adalah bagaimana kita memulai aktivitas kita sehari-hari. Pertama, berpikirlah positif ketika kita mulai bangun tidur. Hilangkan perasaan takut dan buang jauh-jauh imajinasi kita tentang mimpi yang kita hadapi dalam tidur kita. Lakukan relaksasi sebelum kita mulai melakukan aktivitas kita sehari-hari. Sebagaimana kita melakukan pemanasan dalam setiap kita akan mulai berolahraga. Atur nafas, dan rasakan bahwa setiap denyut nadi kita ada kekuatan yang mampu mendorong kita untuk melakukan yang terbaik bagi kita.

Kedua, ketika kita menuju tempat kerja, hendaknya diiringi sikap optimis. Usahakan tidak berpikir bahwa kita terlambat meskipun pada kenyataannya kita telat. Sebab, ketika kita berpikir kita telat maka yang terjadi kita merasa diri kita terbebani. Anggaplah setiap ruas jalan yang kita lalui adalah jalan menuju surga, maka ketentramanlah yang akan dapat kita imajikan.

Ketiga, sesampai di tempat kerja, janganlah lupa tebarkan senyuman. Munculkan pesona dalam diri kita dan jangan lupa sapa orang yang ada di sekeliling kita dengan ramah. Buatlah diri kita senyaman mungkin dengan canda kecil yang tentunya lebih mengarah pada sikap positif dan lebih memberikan testimoni pada semua yang ada di lingkungan kerja kita.

Keempat, lakukan pekerjaan kita dengan sepenuh hati. Anggaplah semua perintah atasan adalah sebuah penghargaan untuk kita. Karena, dengan demikian kita akan merasa bahwa diri kita menjadi orang yang sangat dipercaya oleh atasan. Penolakan terhadap perintah yang diberikan oleh atasan pada gilirannya hanya akan membuat kita merasa semakin tidak nyaman. Jika kemudian kita merasa dimanfaatkan atasan, lebih baik kita membuang jauh-jauh pikiran tersebut. Akan tetapi, hal ini akan menjadi lebih baik jika kita mampu memanfaatkannya dengan baik pula.

Kelima, setelah semua pekerjaan kita selesai. Sempatkanlah untuk meluangkan waktu untuk mengistirahatkan kepala kita dengan canda dan mungkin kalau kita mau menari kecillah sebagai tanda pekerjaan kita selesai dengan sukses.

Keenam, pulanglah dengan membawa kedamaian dalam pikiran. Tinggalkan beban pekerjaan kita dan buang jauh-jauh obrolan mengenai pekerjaan kita.

Beberapa hal tersebut mungkin hanya baru sebagian yang ingin saya bagikan kepada semua yang sempat membuka blog saya ini. Tapi saya yakin ini belum sepenuhnya sempurna. Untuk itu, tunggu tulisan saya selanjutnya...... TERIMA KASIH

Salam,

Robert Dahlan Al Sadani

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......