17 April 2008

Panwas Kota Semarang Waspadai Konflik Antar Pendukung Cagub

Semarang, Pelaksanaan pemilihan gubernur Jawa Tengah di Semarang diperkirakan akan rawan konflik horizontal. Hal ini dikarenakan kota Semarang saat ini merupakan basis penyelenggaraan pilkada gubernur tersebut. Bahkan, beberapa kawasan di Semarang saat ini merupakan kawasan yang memiliki tingkat mobilitas politik yang cukup tinggi. "Kawasan tersebut ialah kecamatan Semarang Tengah yang di situ terdapat kantor gubernur. Kemudian Jatisari dan Semarang Barat yang merupakan tempat tinggal beberapa calon gubernur." ungkap ketua panwas kota Semarang Abdul Kholiq.

Hal tersebut sebagaimana dikatakan Abdul Kholiq menjadi perhatian khusus bagi panwas dalam melakukan upayanya untuk mendukung pelaksanaan pilgub yang sehat. Dalam hal ini, panwas kota Semarang akan mengoptimalkan kinerja panwas di tingkat kabupaten, terutama yang diambil dari komponen masyarakat untuk melakukan pendekatan terhadap masyarakat terkait dengan penegakan hukum.

"Karena mereka (anggota panwas kecamatan) itu ada dua dari unsur masyarakat, maka kami nanti akan mencoba menggunakan elemen masyarakat untuk dilakukan pendekatan pada masyarakat supaya ada kepedulian di dalam masyarakat untuk menciptakan situasi politik yang kondusif dalam penyelenggaraan pilkada gubernur Jawa tengah mendatang." jelasnya.

Selain itu, panwas kota Semarang juga bertekad akan memberikan pengawasan yang menyeluruh dengan memposisikan para calon ini dalam porsi yang sama. Hal ini bertujuan agar penegakan hukum terhadap terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dimungkinkan terjadi dapat terselesaikan dengan baik. Namun demikian, hal tersebut tidak lepas dari peran penting masyarakat dalam memahami pelaksanaan pilgub jateng ini. Sehingga perlu bagi panwas di tingkat kecamatan untuk melakukan sosialisasi mengenai penyelenggaraan pilgub ini. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......