14 April 2008

Sukawi Sutarip: Atlet Bisa Jadi PNS

Semarang, Kegagalan PSIS untuk meraih kemenangan dalam perebutan juara dalam Liga Indonesia putaran 2007 yang lalu mempersempit peluang usulan alokasi anggaran APBD Kota Semarang untuk dana olah raga, khususnya PSIS yang mencapai 10 Milyar rupiah. Menurut beberapa kalangan, hal tersebut sangat tidak relevan dengan kenyataan yang ada. Sebelumnya, alokasi anggaran dana olah raga yang mencapai 14 Milyar rupiah itu masih menjadi pertanyaan besar bagi kalangan DPRD Kota Semarang. Sebab, dengan anggaran sebesar itu kenyataannya masih belum cukup membuat tim sepak bola kebanggaan warga Semarang ini optimal. Hal tersebut dibuktikan dengan tidak terwujudnya janji yang dikoarkan walikota Semarang Sukawi Sutarip yang menjanjikan kemenangan bagi PSIS.

Namun demikian, rupanya walikota Semarang ini tidak surut langkah. Ia kembali memberikan janji yang sungguh fantastis bagi atlet yang tergabung dalam klub sepak bola yang digawangi salah seorang putranya Yoyok Sukawi. Ia kembali menjanjikan akan memberikan kelonggaran bagi para atlet untuk dapat menduduki posisi empuk di kursi eksekutif sebagai CPNS. Hal tersebut sebagai upaya pemerintah kota Semarang untuk memberikan dukungan kepada mereka, mengingat nilai kontrak mereka selama ini masih tergolong cukup rendah.

"Kalau pegawai negeri itu sudah layak. Sudah selayaknya, tidak hanya PSIS, tidak hanya sepak bola. Siapapun atlet yang berprestasi itu bisa kita prioritaskan untuk masuk PNS." Katanya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai kesiapan Semarang dan PSIS untuk mengikuti Super Liga, dengan optimis Sukawi Sutarip mengungkapkan kesiapannya. Bahkan dengan enteng ia menanggapi, "Insya Allah PSIS bisa masuk. Karena kita syarat-syarat terpenuhi." Semoga saja ini bukan hanya mimpi. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......