17 April 2008

Tuhan






















Tuhan...
jika ada dosa melekat pada diri saya
biarlah saja

dan jika ada pahala bertengger
di pundak saya,
maka itu adalah beban bagi saya

Tuhan...
masih aku cari pintu-pintu surga
namun,
mungkin...
aku takut untuk mengetuknya
sebab,
aku lebih suka menggali lubang
kesengsaraanku sendiri
dan
menguburkan segala kebaikan
yang Engkau ajarkan

maka,
Tuhan...
ampuni hamba
untuk tidak memilih surga-Mu

1 komentar:

Usup Supriyadi mengatakan...

Sungguh menarik puisinya, endingnya sangat tidak terduga, benar-benar sebuah bentuk pengejewantahan dari setia manusia pada dasarnya. Hmm... Bagus!

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......