10 Mei 2008

Dariku Yang Mati

selembar kertas di ujung senja
secangkir kopi dengan setia menemani
ujung penaku menancap tajam
berkeliaran liar memburu kata
membumikan kata firman
yang terlampau jauh di awang-awang
sejenak kepulan asap rokok membumbung
lantas otakku terpenjara
sebab tak aku temukan makna
antara kebebasan dan pembebasan
mungkinkah negeri ini belum terbebaskan?
sebab, selamanya aku hanya menghamba
tanpa harga diri
tanpa cukup gaji
hanya daki
bercampur peluh
aku mencebur dalam pergulatan sang waktu
mencipta dimensi yang tak pernah aku ingini
sebab, sejak lahirku aku terbebas
dan kini
ijinkan aku membebaskan diri
sebelum negeri ini benar-benar
tergolek lemah
sebatang rokok kini terbiar
di atas asbak tembikar
aku terbakar
dan yang sempat ku tulis
sebelum aku pergi
'maafkan aku yang terlalu cepat pergi, istriku'

Ribut Achwandi_Komunitas Godhong

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......