21 Mei 2008

Sukawi Dilawan...

Sekali terjang maka angin badaipun pantang ditolak. Demikian kiranya ungkapan yang mungkin sedikit mendekati kegigihan tokoh kita yang satu ini. Sukawi Sutarip. Sang walikota, seorang publik figur yang sangat fenomenal dan senantiasa mendapatkan sorotan media akhir-akhir ini. Terlebih dengan dua hal yang sangat membuat popularitasnya semakin naik daun. Pertama, sebagai calon gubernur yang akan bersaing dengan 4 kontestan lain dalam perebutan kursi nomor wahid provinsi Jawa Tengah 2008. Kedua, dalam pemberitaan media massa beberapa minggu lalu menyebutkan dia adalah seorang tersangka dalam kasus APBD 2004 kota Semarang.

Sungguh dua hal yang sangat bertolak belakang. Namun pria kelahiran Pati ini tetap yakin dan optimis bahwa keinginan besarnya untuk jadi orang nomor satu di provinsi Jawa Tengah ini tak pernah surut. Bahkan hari ini, ketika KPK akan melakukan pemeriksaan atas dirinya, dengan sikap tenang ia menyatakan siap untuk menerima pemeriksaan tersebut.

"Tidak hanya menerima kedatangan mereka [KPK] tapi saya akan melayani mereka." katanya dengan kuluman senyum yang memesona.

Sebuah mobil sedan bercat hitam dengan plat warna merah bertuliskan H 1 A setia menunggu. Namun ia nampaknya masih disibuki dengan urusan wartawan. Lagi-lagi ia pun menegaskan, "Pemeriksaan ini kan sudah program rutin. Program reguler KPK yang diberlakukan kepada seluruh pejabat publik. Jadi tidak ada kaitannya dengn Pilgub."

Namun ketika disinggung mengenai lawatannya kali ini ke sebuah kawasan pedagang kaki lima di Jalan Kartini Semarang, ia menengarai hal tersebut hanya bagian dari tugas kedinasannya sebagai seorang walikota. Pembicaraannya dengan pedagang kaki lima pun hanya menyangkut masalah rencana pemindahan PKL di 2 lokasi pasar yang saat ini masih direncanakan yaitu pasar Waru dan Gunungpati.

Tapi bagaimana pula dengan ungkapannya yang sempat terlontar di hadapan puluhan PKL ini? "Bagi PKL yang berasal dari luar daerah Semarang, saya titip tolong sampaikan pada saudara-saudaranya yang berada di kota asal kalau Anda baru saja ketemu dengan pak Walikota Semarang, Sukawi." Hmm saya rasa Anda bisa sedikit memberikan kesimpulan.

[Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......