31 Juli 2008

Demo PKL Dinilai Salah Sasaran

Penolakan puluhan pedagang kaki lima yang selama ini menempati kawasan Jalan Gajahmada dinilai kurang tepat sasaran. Hal ini dikarenakan puluhan PKL ini, sebagaimana diungkapkan oleh Camat Semarang Tengah Isdiyanto, justru menempati kawasan "merah" bagi PKL. Dengan kata lain, kawasan yang ditempati PKL ini merupakan yang tidak memiliki izin dari Pemkot Semarang. Selain itu, menurutnya puluhan PKL ini justru dinilai telah mengganggu proses pengerjaan proyek tamanisasi yang dilakukan Pemkot Semarang. Isdiyanto juga beralasan, jika relokasi PKL tersebut terkait dengan upaya Pemkot Semarang untuk mempertahankan keindahan taman di kawasan tersebut.

"Kami sudah melakukan koordinasi sebelumnya dengan dinas-dinas terkait untuk relokasi PKL di kawasan tersebut. Namun karena mereka nampaknya tidak sabar untuk segera menyuarakan aspirasi mereka ini. Ya, terjadilah aksi hari ini." kata Isdiyanto.

Namun sejauh ini, proses relokasi belum juga terrealisir. Bahkan, selama ini upaya pemerintah kota Semarang untuk melakukan penertiban PKL di kawasan tersebut belum juga dilakukan. Mengingat selama ini sebagaimana diakui Isdiyanto, lokasi baru bagi PKL ini belum juga ditemukan. Dalam hal ini, untuk menampung 70-an PKL ini, Pemkot baru memiliki lokasi baru yaitu di kawasan Batan Selatan.

"Ya, memang lokasi tersebut tidak dapat menampung semua PKL. Sebab, di kawasan tersebut masih menyisakan 69 titik yang belum terpakai. Rencananya, kami akan membagi titik-titik tersebut ke dalam dua shif. Jadi, PKL akan secara bergantian menggunakan lokasi tersebut. Sebagian PKL akan berjualan siang hari dan sebagian lagi akan berjualan pada malam hari. Tapi, rencana ini masih ditolak PKL. Karena mereka menginginkan setiap PKL menempati satu titik." ungkap Isdiyanto.

Melihat kenyataan itu, beberapa upaya negosiasi antara Pemkot Semarang dan PKL kini mulai dibahas. Dalam hal ini, Pemkot Semarang berupaya untuk menyelesaikan pertentangan tersebut.

"Sejalan dengan itu, Pemkot kini tengah melakukan koordinasi guna membahas hal tersebut." tandasnya.
[Ribut Achwandi_Trijaya FM Semarang]

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......