23 September 2008

Kelelakianku

dan kelelakianku membatu
diselubung bebatuan
tempatku dilahirkan
sementara lingga dan yoni
yang masih akur beradu
tak boleh lagi bersatu
dalam serambi candi
sementara manusia yang menyamar
menjadi dewa
tengah mencabut akar dari rumputnya
persenggamaan alam menjadi tumpul
kesuburan tergugat
ladang mengerontang
sawah mengering
alam meniada
manusia dijadikanlah robot dungu
sementara tuhan,
dikangkangi oleh kuasa manusia durjana
oh, alam negeri tanah
haruskan terpisah dari air
oh, alam negeri api
haruskah terlepas dari asuhan udara
aku bertanya pada batu
batu tak menjawab
aku bertanya pada gumpalan salju
ia hanya menceracau
bagai kicau burung
yang tak dapat aku terjemahkan
sementara manusia tak sudi berbicara
melalui nada arifnya


23 September 2008
Semarang
Ribut Achwandi

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......