19 November 2008

Perbaikan Jalan di Semarang Masih Minim Dana

Tingginya intensitas hujan yang mengguyur di kota Semarang belakangan ini, telah membuat kota Semarang kembali dipenuhi dengan pemandangan jalan rusak. Pemandangan ini mungkin tidak menjadi hal istimewa lagi bagi warga kota Semarang yang sudah tahu persis seluk-beluk kota yang saat ini mulai menata dirinya untuk menjadi salah satu kota metropolitan di Pulau Jawa. Bahkan, hal ini sudah menjadi agenda rutin tiap tahun, terutama ketika musim hujan tiba. Namun sejauh mana sebenarnya usaha keras Pemerintah kota Semarang untuk melakukan perbaikan jalan tersebut?

Kali ini saya sengaja menemui secara khusus Kepala Dinas Pekerjaan Umum kota Semarang Nugroho Joko Purwanto di sela-sela kegiatannya hari dalam ruang sidang paripurna yang digelar di Ruang Sidang Paripurna DPRD kota Semarang. Berikut kutipan wawancaranya;

Tanya: Sebenarnya upaya apa saja yang telah dilakukan Pemerintah kota Semarang dalam hal ini DPU kota Semarang dalam menangani jalan rusak ini?

Jawab: Kami sudah melakukan penganggaran untuk perawatan jalan (Operational Mantanance) yang kami peruntukkan bagi perbaikan-perbaikan skala kecil bagi jalan-jalan rusak di kota Semarang. Kami memiliki anggaran itu untuk perbaikan jalan dan akan digunakan untuk kebutuhan perbaikan jalan sampai dengan akhir bulan Desember mendatang.

Tanya: Dalam penanganan jalan rusak ini, apakah ada prioritas?

Jawab: Kami akan melakukan untuk semua ruas jalan. Terutama untuk kerusakan berskala kecil dan sedang dengan tambal sulam.

Tanya: Terutama untuk daerah mana?

Jawab: Semarang Utara, Semarang Barat, Semarang Timur dan Semarang Selatan. Pada intinya semua kawasanlah. Jadi, hampir merata. Sebab, saya melihat banjir sekarang ini air menggenang di semua jalan-jalan.

Tanya: Sebenarnya apa yang menyebabkan kerusakan jalan itu?

Jawab: Biasanya, pertama karena perkerasan aspal. Kemudian banyak kendaraan yang overload. Terus ya, karena adanya genangan itu.

Tanya: Untuk sistem tambal sulam, sebenarnya untuk setiap titik kerusakan membutuhkan berapa besar anggaran?

Jawab: Untuk tiap titik kerusakan itu biasanya akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 50 jutaan.

Tanya: Nah, untuk anggaran total perbaikan jalan sendiri yang diajukan dalam APBD Perubahan senridi berapa?

Jawab: Sekitar Rp 2 milyar untuk anggaran perbaikan jalan. Sedang untuk ATB (Aspal Treatment Base) dibutuhkan anggaran sebesar Rp 1 milyar. ATB itu untuk menutup lubangnya.

Tanya: Untuk alokasi khusus perbaikan jalan sendiri secara terperinci berapa?

Jawab: Jumlah secara keseluruhan ada Rp 2 milyar. Rp 1 milyar untuk aspal. Yang lain untuk pembangunan talut, urugan, pemeliharaan jembatan dan talut jembatan.

Tanya: Lantas bagaimana dengan proyek perbaikan jalan di kawasan utara seperti di Jalan Petek?

Jawab: Karena butuh anggaran besar, maka kami tidak bisa melakukan secara menyeluruh. Otomatis harus menunggu penganggaran tahun depan. Dan kita tidak bisa menggunakan anggaran OM sebab di sana harus ditangani dengan biaya besar. meski saat inipun tetap kami tengani dengan sebagian dana OM.

Tanya: Berapa kisaran dana yang dibutuhkan untuk tangani jalan tersebut?

Jawab: Kira-kira ya Rp 1 milyar.

Tanya: Apa himbauan Bapak kepada warga sekitar daerah tersebut?

Jawab: ya kami harap warga masih dapat bersabar. Sebab, tidak mungkin bagi kami langsung melakukan perbaikan tersebut dengan total dalam jangka waktu singkat. Tapi kami tetap usahakan untuk terus melakukan upaya-upaya perbaikan tersebut secara bertahap.

Tanya: Selain daerah Petek dan sekitarnya, mana lagi yang akan menjadi prioritas pengerjaan perbaikan jalan?

Jawab: Daerah patahan seperti Manyaran dan Gunungpati. Sekarang kita tetap tangani. Yang jelas dengan hujan ini masyarakat diharap lebih perhatikan kondisi terbaru.

Tanya: Lantas bagaimana dengan perbaikan jalan di kawasan perumahan Trangkil yang dilakukan beberapa bulan lalu. Namun saat ini, tanggul yang dibangun tersebut ternyata jebol lagi?

Jawab: Ya, harap dimaklumi. Kami sebenarnya ingin melakukan perbaikan dengan kualitas terbaik namun tentu harganya akan mahal. Kita tahu sendirilah dengan dana sebesar itu mana mungkin masalah seperti itu akan dapat diatasi. Kita juga tahu, pemkot kita ya dengan anggaran seperti itu ya sulit untuk mewujudkan semuanya.


Robert Dahlan

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......