14 Januari 2009

Pekalongan Belum Bebas Limbah

Kota Pekalongan tanpa limbah batik nampaknya tidak akan menjadi kota yang sepopuler sekarang ini. Masalah klasik seputar limbah batik yang sebelumnya sudah menjadi perbincangan di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah ini lambat laun belum juga terselesaikan. Padahal, sampai sejauh ini perkembangan industri batik di kota pesisir utara Jawa ini terus mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sebab, industri ini kebanyakan industri rumahan. Sehingga mau tidak mau pengawasan terhadap masalah limbah industri ini sebagaimana diakui Heru Sukamto Kasi Pengendalian Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup Kota Pekalongan, terus menjadi masalah yang sulit untuk diatasi.

"Ya, kalau bicara mengenai limbah industri batik di kota Pekalongan sebenarnya sulit untuk diatasi. Sebab, keberadaan industri ini sendiri tidak terkontrol." kilahnya.

Dia mengakuui, sejauh ini akibat dari masalah limbah ini juga berpengaruh terhadap kondisi sungai di Pekalongan. Salah satunya di Sungai Asem Binatur yang melintas di kelurahan Medono. Sampai saat ini kondisi sungai sudah mulai parah, bahkan sudah mengalami pendangkalan akibat endapan sedimentasi.

"Akibat limbah ini, selain sungai semakin dangkal juga semakin sempit. Sehingga, wajar jika kemudian ini berpotensi untuk terjadinya luapan sungai ke kawasan sekitar."

Selain itu, kondisi ini juga didukung dengan belum adanya pengelolaan pengolah limbah terpadu yang dapat menampung limbah industri di kawasan tersebut. "Untuk membangun satu IPAL itu kan butuh dana yang tidak sedikit. Jadi, langkah paling tepat untuk saat ini yang dapat kami lakukan, kami hanya bisa meminta agar semua kalangan terutama masyarakat sekitar, baik tokoh masyarakat maupun pelaku usaha untuk lebih memperhatikan masalah tersebut. Sehingga masalah lingkungan ini sebenarnya akan menjadi ringan bila ini ditanggung secara bersama-sama."

"Memang, lemahnya sistem hukum yang diberlakukan untuk menangani masalah ini masih menjadi kendala. Tapi ke depan, kami akan sedikit demi sedikit memperbaikinya." pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......