Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

14 Januari 2009

Penyakit Menular Ancam Warga Pekalongan Selama Musim Hujan

Selain masalah banjir, musim hujan nampaknya juga membawa dampak lain yang cukup membahayakan bagi masyarakat Pekalongan, kota yang dikenal sebagai penghasil beragam motif batik tersebut. Hal ini tentunya merupakan kait-mengkait antara masalah lingkungan yang sebenarnya sudah menjadi masalah klasik yang hingga saat ini belum terselesaikan. Namun demikian, sebagaimana dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekalongan Dwi Heri Wibawa, kejadian mengenai mewabahnya penyakit menular di saat musim hujan sudah menjadi umum adanya.

"Tidak hanya terjadi di Pekalongan, di mana saja yang namanya musim hujan pasti akan berkait erat dengan masalah penyakit menular." katanya.

Namun demikian, ia tetap menghimbau agar masyarakat kota Pekalongan tetap mewaspadai adanya kemunginan penyebaran penyakit menular. Dikatakannya, untuk wilayah Pekalongan penyakit manular yang paling dominan menjangkiti masyarakat Pekalongan ini yakni Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA).

"Kalau dari daftar pasien di rumah sakit, ini nampaknya masih lebih banyak warga yang terkena ISPA. Sementara untuk Demam Berdarah Dengue, di Pekalongan sendiri baru terdapat 2 kasus." ujarnya.

Lebih lanjut Dwi Heri Wibawa menambahkan, daerah endemi Demam Berdarah Dengue (DBD) di kota Pekalongan sendiri masih banyak terdapat di kawasan Pekalongan Selatan. Dia menyebutkan 4 kelurahan sampai saat ini masih teridentifikasi sebagai kawasan endemis DBD.

0 komentar:

Potret Diri

Secangkir Kopi Pahit

secangkir kopi pahit di pagi hari
sebatang rokok di sela jari
surat kabar di atas meja makan terabai
padahal,
kemarin ada ribuan petani mengamuk
di depan kantor pak gubernur
kata koran
lahan mereka diserobot
mereka akan dijadikan robot
dan kekuasaan seolah hanya pakai otot
siapa salah
siapa kalah
rakyatkah?
mungkin harus selalu seperti itu

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......