PEKALONGAN - Penyelesaian masalah jalan rusak di jalan Hayam Wuruk nampaknya masih terus menuai polemik. Hal ini dikarenakan, belum adanya kejelasan status kewenangan penanganan jalan tersebut.
Menurut Kepala Bidang Binamarga Dinas Pekerjaan Umum Pemukiman dan Tata Ruang Kota Pekalongan Marsudi, sampai saat ini perbaikan jalan Hayam Wuruk yang kini mulai mengalami kerusakan parah, masih menjadi masalah yang membingungkan.
“Ya, sebenarnya ini wewenang provinsi. Tapikan, warga tahunya pemerintah kota. Kami sudah ajukan laporan tentang kerusakan itu. Tapi demi kelancaran, ya kami ngalah sajalah,” ungkapnya.
Meski demikian, pihaknya mau tidak mau harus mengalah, untuk melakukan perbaikannnnlan, dengan sistem tambal sulam. Untuk itu, wajar jika kemudian kondisi jalan mudah rusak. Sementara terkait, penyelesaian polemik tersebut, pihaknya sudah melaporkan kerusakan tersebut ke pemerintah provinsi, untuk segera ditindaklanjuti.
13 Februari 2009
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
Secangkir Kopi Pahit
secangkir kopi pahit di pagi hari
sebatang rokok di sela jari
surat kabar di atas meja makan terabai
padahal,
kemarin ada ribuan petani mengamuk
di depan kantor pak gubernur
kata koran
lahan mereka diserobot
mereka akan dijadikan robot
dan kekuasaan seolah hanya pakai otot
siapa salah
siapa kalah
rakyatkah?
mungkin harus selalu seperti itu
sebatang rokok di sela jari
surat kabar di atas meja makan terabai
padahal,
kemarin ada ribuan petani mengamuk
di depan kantor pak gubernur
kata koran
lahan mereka diserobot
mereka akan dijadikan robot
dan kekuasaan seolah hanya pakai otot
siapa salah
siapa kalah
rakyatkah?
mungkin harus selalu seperti itu









0 komentar:
Poskan Komentar