13 Februari 2009

Pembangunan IPAL Bersama Dinilai Belum Optimal

PEKALONGAN - Meskipun Pemerintah kota Pekalongan telah menganggarkan 800 juta rupiah, untuk pembangunan fisik IPAL bersama di Kampung Batik Kauman / namun hasilnya belum cukup memuaskan.

Hal ini, terlihat ketika wakil walikota Abu Almafachir, mengunjungi lokasi pembangunan IPAL. Ia mengungkapkan, meskipun pembangunan fisik sudah selesai, namun ternyata masih belum dapat dikatakan sempurna. Abu Almafachir mengungkapka
n, hal ini dikarenakan, dalam pembangunan IPAL tersebut, tidak mempertimbangkan pengkajian tanah.

Abu Almafachir juga menyatakan, dalam merampungkan proyek IPAL ini, pemkot Pekalongan, masih akan menyiapkan anggaran tambahan untuk penyediaan alat dan kelengkapan IPAL. Namun diakuinya, hal tersebut akan memakan biaya yang tidak sedikit. Lebih-lebih untuk pengelolaan IPAL bersama.

Sementara Permintaan Wakil walikota Abu Almafachir untuk segera melakukan kajian ulang tanah, dalam proyek IPAL bersama di Kampung Batik Kauman, nampaknya segera dijawab pihak Bappeda Pekalongan.

Kasubag Perencanaan dan Evaluasi Bappeda kota Pekalongan Kaelani menyatakan, pihaknya akan segera melakukan pengkajian ulang, seperti yang diinginkan wakil walikota. Padahal, pembangunan fisik IPAL di atas tanah urugan tersebut, sudah selesai.

Rencananya, pengoperasian IPAL bersama ini, dijadwalkan akan dimulai pada pertengahan 2009. Untuk itu, tidak mungkin bagi pihaknya, untuk melakukan perombakan dalam pembangunan fisik IPAL bersama.

Upaya pemerintah kota Pekalongan, dalam meminimalkan dampak limbah batik nampaknya semakin menunjukkan keseriusannya. Hal ini ditunjukkan dengan dibangunnya Instalasi Pengolah Air Limbah bersama di Kampung Batik, Kauman. Menurut pembantu pelaksana proyek IPAL Bersama di Kauman Lutfi, kapasitas IPAL bersama ini, dipastikan akan mampu menampung produksi limbah sebesar 600 meter kubik.

Ia juga mengungkapkan, saat ini, tahap penyelesaian proyek IPAL bersama tersebut, baru mencapai tahap pertama. Sementara untuk tahap kedua, masih baru akan dikerjakan.

Sementara terkait pipa saluran limbah, Lutfi mengatakan, pihaknya pihaknya masih akan membangunnya bersamaan dengan penyelesaian tahap 2 proyek tersebut.

Tidak ada komentar:

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......