26 April 2008

PNS Di Bawah Bayang-bayang Sang Pimpinan

Semarang, Tetap optimis biarpun kabar miring menerpa. Demikian kira-kira kesan yang saya tangkap ketika menemui salah satu calon Gubernur yang akan maju dalam pilgub Jateng 2008 kali ini, Sukawi Sutarip. Meskipun tidak dapat memprediksikan perolehan suara yang akan dikantonginya sebagai bekal untuk melaju ke kursi no.1 Jawa Tengah ini, ia tetap bersemangat. Bahkan, saking bersemangatnya, ia pun masih terus menjalankan aktivitasnya sebagai Walikota Semarang yang saat ini masih dijabatnya. Padahal, pengumuman mengenai penetapan calon gubernur sudah diumumkan oleh KPU Provinsi Jawa Tengah tanggal 24 April yang lalu. Namun ia tetap berdalih, "Soal cuti sudah saya ajukan kepada Pak Gubernur bulan lalu. Namun, baru akan saya jalani mulai tanggal 6 Mei mendatang."

Namun demikian, beberapa kalangan terutama pakar politik menilai, hal tersebut dapat menimbulkan kecurigaan akan adanya kecurangan. Karena, tidak menutup kemungkinan bagi kepala daerah untuk menggunakan jabatannya untuk menekan anak buahnya.

Di sisi lain, komitmen panwas Jateng akan juga berhadapan langsung dengan masalah tersebut. Sriyanto Saputro, Ketua panwas Jateng mengingatkan, "Kami akan terus melakukan upaya pemantauan terhadap adanya kemungkinan kecurangan tersebut. Soal netralitas PNS akan terus menjadi prioritas kami. Mengingat beberapa calon ini merupakan tokoh-tokoh populis yang memiliki posisi yang cukup berkekuatan besar." [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Pengajaran Bahasa Jepang DI Sekolah Belum Maksimal

Semarang, Jika Anda adalah orang yang tertarik untuk mempelajari bahasa asing, bahasa Jepang merupakan bahasa asing yang cukup memberikan peluang besar bagi Anda terutama yang bergerak di bidang bisnis otomotif. Karena seperti kita ketahui negara matahari terbit ini, merupakan negara yang mampu menghasilkan produk-produk otomotif yang cukup besar. Bahkan, duniapun mengakuinya.

Saat ini beberapa sekolah khususnya SMA kini mulai menerapkan pengajaran bahasa asing khususnya bahasa Jepang kepada siswa-siswinya. Hal ini menjadikan kesempatan bagi kita terbuka kian lebar untuk dapat melebarkan sayap. Untuk itu, beruntunglah Anda jika saat ini masih duduk di bangku sekolah dengan seragam putih abu-abu ini. Paling tidak, masih memiliki kesempatan yang lebih banyak lagi untuk dapat memperdalam pengetahuan Anda dan mengasah keterampilan barbahasa Jepang Anda.

Namun demikian, kendala terbesar dalam pengajaran bahasa Jepang ini sebagaimana diungkapkan Saito Mami (Japan foundation) terutama menyangkut metode pengajaran yang diberikan kepada siswa yang dinilai belum cukup menyentuh pada kemampuan mereka. Hal ini sangat disayangkan, mengingat saat ini regulasi atau kebijakan pemerintah tentang pendidikan agaknya lebih memberikan kelonggaran yang lebih lebar bagi pengembangan pengajaran bahasa asing.

Di sisi lain, Saito Mami juga menengarai adanya kemampuan guru bahasa Jepang di Jawa Tengah dan DIY sendiri yang saat ini mencapai jumlah 200 orang dinilai belum cukup memadahi. Padahal, sebagaimana kita ketahui guru merupakan tonggak dasar keberhasilan pengajaran. Untuk itu, wajar jika kemudian Saito menilai, pemerintah Indonesia belum benar-benar dapat menyiapkan perangkat-perangkat pendidikan yang cukup kuat. Baik dari perangkat lunaknya atau sistemnya dan perangkat kerasnya.

Bahkan Saito Mami sendiri mengaku, "Saat ini kemampuan guru bahasa Jepang di Indonesia jauh dari cukup. Bahkan, beberapa guru ini belum memiliki metode tepat dalam memberikan pengajaran bahasa Jepang." Alangkah sayangnya. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......