10 April 2008

Satu Lagi Anggota Dewan Terhormat Alih Profesi Jadi Tukang Ngembat Duit

Ada-ada juga ulah orang ini. Belum puas punya kekayaan dan istri cantik, terkenal pula. Eh, sekarang harus bikin malu diri sendiri. Memang kasusnya sih baru dugaan, tapi paling tidak opini publik memang sudah mengarah ke sana. Yang artinya bisa jadi hal tersebut menjadi fakta. Saya tidak tahu harus kemana mengirim surat untuk sekadar mengungkapkan belasungkawa sedalam-dalamnya atas matinya asas demokrasi negeri ini. Ya, bagaimana tidak? Coba kita mulai mencermati kembali kejadian-demi kejadian yang kita alami. Di satu sisi, rakyat sedang kehabisan suara mereka gara-gara lelah mereka berteriak menjerit mengenai kelangkaan gas, belum lagi minyak tanah yang juga ikut langka, terus juga himpitan ekonomi akibat kenaikan harga barang-barang. Eh, ini malah ada satu anggota dewan yang "terhormat" ini malah main mata dengan tentu saja koleganya.

Dari banyak berita yang saya dengar, baca, dan lihat ini saya sungguh tidak habis pikir, kok ada ya yang seperti ini? Ah, mungkin memang sudah jadi tren kalau anggota dewan ingin terkenal. Dan saya perhatikan ada beberapa hal yang membuat mereka terkenal. Satu, mengawini artis cantik. Dua, bikin masalah di gedung DPR. Tiga, main serong kanan-kiri. Empat, membuat pernyataan penolakan tentang aksi korupsi mereka. Lima, maju perang dalam PILKADA. Enam, jadi tersangka. Tujuh, jadi mafia narkotik. Delapan, jadi pelanggan PSK. Mungkin yang kesembilan ini belum pernah dilakukan oleh anggota dewan, kencing di atas kubah masjid istiqlal.

Ah....capek deh.....

Menuju Sukses bag. 1

Salam,
Di balik kesuksesan terbesar setiap orang sebenarnya tidak ada rahasia yang paling mendasar. Sebab, semua orang sebenarnya mampu melakukan dan mencapai sukses besar tersebut. Hanya saja setiap manusia memiliki kapasitasnya masing-masing. Sehingga, perlu disadari bahwa kadar kesuksesan seseorang memiliki kesamaan hanya saja terkadang manusia selalu diliputi oleh perasaan cemburu terhadap orang lain. Hal tersebut pada akhirnya akan berakibat buruk terhadap perkembangan emosi seseorang yang pada gilirannya hanya akan menumpulkan fungsi akal yang merupakan prinsip dasar dalam menuai sukses.

Ihwal ini sering kali terjadi pada siapa saja. Untuk itu, dibutuhkan kecerdasan emosi dan kecerdasan dalam mengolah rasa. Hal ini akan dapat membantu kita untuk mampu lebih belajar bagaimana bersikap terhadap apa yang sedang kita hadapi baik di masa lalu maupun saat ini.

Beberapa hal yang patut kita perhatikan adalah bagaimana kita memulai aktivitas kita sehari-hari. Pertama, berpikirlah positif ketika kita mulai bangun tidur. Hilangkan perasaan takut dan buang jauh-jauh imajinasi kita tentang mimpi yang kita hadapi dalam tidur kita. Lakukan relaksasi sebelum kita mulai melakukan aktivitas kita sehari-hari. Sebagaimana kita melakukan pemanasan dalam setiap kita akan mulai berolahraga. Atur nafas, dan rasakan bahwa setiap denyut nadi kita ada kekuatan yang mampu mendorong kita untuk melakukan yang terbaik bagi kita.

Kedua, ketika kita menuju tempat kerja, hendaknya diiringi sikap optimis. Usahakan tidak berpikir bahwa kita terlambat meskipun pada kenyataannya kita telat. Sebab, ketika kita berpikir kita telat maka yang terjadi kita merasa diri kita terbebani. Anggaplah setiap ruas jalan yang kita lalui adalah jalan menuju surga, maka ketentramanlah yang akan dapat kita imajikan.

Ketiga, sesampai di tempat kerja, janganlah lupa tebarkan senyuman. Munculkan pesona dalam diri kita dan jangan lupa sapa orang yang ada di sekeliling kita dengan ramah. Buatlah diri kita senyaman mungkin dengan canda kecil yang tentunya lebih mengarah pada sikap positif dan lebih memberikan testimoni pada semua yang ada di lingkungan kerja kita.

Keempat, lakukan pekerjaan kita dengan sepenuh hati. Anggaplah semua perintah atasan adalah sebuah penghargaan untuk kita. Karena, dengan demikian kita akan merasa bahwa diri kita menjadi orang yang sangat dipercaya oleh atasan. Penolakan terhadap perintah yang diberikan oleh atasan pada gilirannya hanya akan membuat kita merasa semakin tidak nyaman. Jika kemudian kita merasa dimanfaatkan atasan, lebih baik kita membuang jauh-jauh pikiran tersebut. Akan tetapi, hal ini akan menjadi lebih baik jika kita mampu memanfaatkannya dengan baik pula.

Kelima, setelah semua pekerjaan kita selesai. Sempatkanlah untuk meluangkan waktu untuk mengistirahatkan kepala kita dengan canda dan mungkin kalau kita mau menari kecillah sebagai tanda pekerjaan kita selesai dengan sukses.

Keenam, pulanglah dengan membawa kedamaian dalam pikiran. Tinggalkan beban pekerjaan kita dan buang jauh-jauh obrolan mengenai pekerjaan kita.

Beberapa hal tersebut mungkin hanya baru sebagian yang ingin saya bagikan kepada semua yang sempat membuka blog saya ini. Tapi saya yakin ini belum sepenuhnya sempurna. Untuk itu, tunggu tulisan saya selanjutnya...... TERIMA KASIH

Salam,

Robert Dahlan Al Sadani

Semarang Miskin Ruang Terbuka Hijau


Semarang, Semakin kritisnya area hijau yang dijadikan sebagai jantung kota serta penyelamat ekosistem di Kota Semarang kini mulai menjadi wacana yang semakin menghangat di meja sidang dewan. Tergerusnya lahan hijau ini dikarenakan pertumbuhan pemukiman dan pembukaan lahan untuk perumahan serta kepentingan bisnis lainnya pada gilirannya akan dapat mengganggu stabilitas tanah. Mengingat Kota Semarang merupakan kota yang dikelilingi bukit dan memiliki kontur tanah yang sangat lembek (aluvial), keberadaan ruang terbuka hijau ini semakin menjadi sorotan yang sangat urgen. Di samping itu, secara geologis, Kota Semarang merupakan kota yang memiliki potensi besar bagi terjadinya longsor.

Untuk itu, kalangan DPRD Kota Semarang memandang penting bagi pemerintah Kota Semarang untuk segera melakukan revitalisasi taman kota dan hutan kota yang saat ini masih belum terurus dengan baik. Anggota Komisi C DPRD Kota Semarang, AY. Sujiyanto, mengaku, "Di Kota Semarang, taman-taman kota sudah banyak yang hilang. Untuk itu perlu adanya upaya pelestarian taman serta hutan kota guna mempertahankan ekosistem yang ada."

Dalam hal ini, AY. Sujiyanto menekankan, perlu adanya aturan yang tegas guna merevitalisasi dan menata ulang ruang terbuka hijau di kota Semarang. Untuk itu, pihaknya bersama jajaran pemerintah Kota Semarang tengah menggodog perda mengenai penataan ruang terbuka hijau. Hal ini sebagaimana diamanatkan dalam UU no. 26 tahun 2007 yang mensyaratkan bagi setiap kota maupun kabupaten untuk memiliki ruang terbuka hijau paling tidak 30% dari luar keseluruhan kota atau kabupaten.

Namun demikian, diakui atau tidak, keberadaan ruang terbuka hijau di Semarang sendiri sampai saat ini memiliki persebaran yang sangat tidak merata. Bahkan di pusat kota sendiripun hampir dapat dikatakan tidak memiliki ruang terbuka hijau. Hal yang sama juga dialami di beberapa kecamatan, khususnya kecamatan Semarang Utara, Semarang Tengah, dan beberapa kecamatan lainnya yang kini mulai dipadati oleh konstruksi industri dan permukiman serta untuk kegiatan-kegiatan ekonomi lainnya.

Disebutkan, kontribusi ruang terbuka hijau di kedua kecamatan tersebut hanya mampu memasok luasan lahan 15%. Untuk itu, AY. Sujiyanto berharap, "Untuk dapat mencapai taget 30% ini, perlu adanya pengembangan kawasan hijau di kecamatan Gunungpati hingga dua kali lipat dari prosentase luas lahan di kecamatan Semarang Utara dan Semarang Tengah."

AY. Sujiyanto juga berharap, pembahasan perda tentang penataan ruang terbuka hijau ini akan segera dapat terealisasikan. Paling tidak pada tahun 2009 mendatang. Sementara itu, terkait pemanfaatan ruang terbuka hijau ini diharapkan dapat difungsikan secara maksimal. "Selain sebagai jantung kota, pemanfaatan ruang terbuka hijau ini nantinya dapat pula digunakan sebagai tempat rekreasi." kata AY. Sujiyanto.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pemanfataan kawasan hijau ini kemudian tidak menjadi timpang. Dengan kata lain, pemanfataan ruang terbuka hijau ini juga tetap memberikan perhatian yang lebih fokus pada area konservasi. [Ribut Achwandi-Reporter Trijaya FM Semarang/sumber foto: http://www.pandhitopanji-f.org/rsrc/documents/indonesiancities/Semarang20060923_lowres.jpg]

DPRD Kota Semarang Pertanyakan LKPj Walikota


Semarang,Pembahasan mengenai LKPj Walikota Semarang masih diwarnai kesangsian para anggota DPRD Kota Semarang. Bahkan disinyalir di dalam laporan tersebut masih terdapat kejanggalan mengenai hasil laporan pembelanjaan APBD Kota Semarang tahun 2007 yang lalu, khususnya menyangkut alokasi pendanaan pembinaan olah raga. Hal tersebut memicu tanda tanya besar bagi kalangan dewan. Menurut ketua pansus LKPj Ari Purbono, dalam laporan yang diberikan Walikota Semarang tersebut tidak ditantumkan adanya alokasi dana pembinaan oleh raga senilai 14 Milyar rupiah yang diperuntukkan klub sepak bola andalan Kota Semarang PSIS. Padahal, pada pelaksanaan APBD tahun 2007 pendanaan tersebut sudah terealisasikan sebagaimana diminta oleh Pemerintah Kota semarang. Bahkan, pihak Pemerintah Kota Semarang malah mengiming-imingi dengan menjanjikan kemenangan bagi PSIS dalam liga. Namun pada kenyataannya, hal tersebut tidak mampu terealisasikan.

Menanggapi hal tersebut Ari Purbono secara tegas menolak LKPj tersebut. Ari Purbono juga mendesak pemerintah Kota Semarang untuk segera merevisi LKPj tersebut. Sebab, dinilai tidak transparan.

Selain itu, Ari Purbono juga menolak usulan pemerintah Kota Semarang yang akan memberikan alokasi dana APBD tahun 2008 untuk pembinaan PSIS. Secara tegas ia mengatakan "Usulan Walikota untuk mendanai PSIS merupakan kemunduran pengelolaan keuangan pemerintah daerah."

Di samping itu, alasan kuat yang membuat sikap DPRD Kota Semarang tetap kekeh dengan penolakannya tersebut didasarkan pada Permendagri no 16 dan Permendagri 5/9 yang mengatur pengelolaan keuangan pemerintahan daerah. "Dalam peraturan tersebut tidak dimungkinkan lagi untuk olah raga-olah raga profesional seperti PSIS itu didanai. Jadi, tidak ada celah hukum lagi." ungkap Ari Purbono.

Lebih lanjut Ari Purbono mengatakan, "Hal tersebut nantinya akan menjadi tanggung jawab Gubernur." Sedangkan untuk pengawasan pelaksanaan anggaran tersebut akan ditindaklanjuti oleh BPK. [Ribut Achwandi-Reporter Trijaya FM/sumber foto: photos.igougo.com]

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......