21 April 2008

Secangkir Kopi

secangkir kopi
sebatang rokok
berlabuhlah aku
dalam gelisah

secangkir kopi
pagi yang ditemani
jelaga mendung
masih ada tanya
yang tak kunjung ku jawab

kopi mengendap
lambat laut debulah ia menjadi
merupa dalam pekat
tanah yang menggeliat
oleh sapuan angin
dan hujan turun
tanah becek
ada darah segurat
dalam alir air hujan
siapa terbunuh?
kopi pahit tumpahlah ia
di meja ruang tamu
segerombol orang mencaci
lalu menghakimi
'Dia sesat!'
kata mereka
lalu menyeretku
dan membanting cangkir kopi
secangkir kopi imanku
tak lagi bicara
pahit berganti asin
darah mengucur dari hidung
aku sebentar lagi mati
demi secangkir kopi

Antara Tuhan dan Agama

Kalau saja saya boleh memilih,
antara Tuhan dan Agama
maka aku lebih memilih Tuhan
Sebab,
Tuhan tunggal
dan Agama terlalu banyak buatku
Agama terlalu memberikan penafsiran
yang berbeda tentang Tuhan
tapi pada dasarnya
memiliki ajaran tunggal
tentang kebaikan

Kalau saja saya boleh memilih,
antara Tuhan dan Agama
mungkin aku lebih ingin berdekatan dengan Tuhan
sebab, berdekat dengan agama
hanya membawa debat
yang tak pernah selesai
bahkan hanya berbuah tudingan

Ah, andai saja tidak ada agama
mungkin Tuhan tidak seprimadona sekarang ini
ahmadiyah dicerca
MUI kalang kabut
dan semua ikut mengomeli

siapa salah?
Tuhankah?
Aku?
Kamu?
Mereka?
atau semuanya?

mungkin tidak akan ada dalam soal ujian nanti
kenapa harus aku tanyakan?
bodoh....
dan Tuhan pun tidak pernah keluar dalam soal ujian kok...
sebab ujian hanya rekayasa formulasi kecerdasan otak manusia
dan jika memakai otak,
Tuhan tidak dapat terejawantahkan
yang ada hanya bantahan

ah,
Tuhan....
Mungkin saat ini Ia sedang tertawa

Amankan Soal Ujian, Diknas Kota Semarang Tugaskan Polisi

Semarang, Ujian Nasional yang baru akan diselenggarakan mulai besok dipastikan aman dari kebocoran soal. Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Sri Susanto, pihaknya telah melakukan sistem pendistribusian naskah soal ujian ini dengan sistem tertutup. Di dalam sistem ini sebagaimana dijelaskan Sri Susanto, pendistribusian hanya akan dilakukan hingga ke sub-sub rayon penyelenggara Unas. Sedang untuk dapat disalurkan ke sekolah-sekolah, dinas menginstruksikan agar setiap sekolah untuk menunjuk satu orang petugas yang ditugaskan untuk mengambil dan mengembalikan soal. Pendistribusian soal ke sekolah ini baru akan dilakukan mulai besok dengan disesuaikan penjadwalan ujian.

Selain itu, untuk menjamin kerahasiaan dan keamanan naskah ujian ini Dinas Pendidikan Kota Semarang juga telah mengkoordinasikannya dengan pihak kepolisian. "Kita sudah koordinasikan dengan aparat kepolisian dan pengiriman naskah dari provinsi sampai ke sekolah pun menggunakan mobil box yang sangat-sangat aman. Jadi jangan khawatir akan kemungkinan kebocoran soal." tandasnya yakin.

Sementara menyangkut pelaksanaan teknis ujian nasional itu sendiri, Sri Santoso mengungkapkan, bagi siswa yang belum dapat mengikuti ujian, pihaknya akan memberikan peluang bagi mereka dengan mengadakan ujian susulan. Sementara untuk mereka yang masih menjalani rawat inap di beberapa rumah sakit, pihaknya juga telah mengkoordinasikannya dengan beberapa rumah sakit terkait agar siswa tersebut dapat melakukan ujian nasional tersebut di rumah sakit tempat mereka menjalani rawat inap. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Pemkot Semarang "Nyerah", Rob Tak Kenal "Lelah"

Semarang, Penanganan rob dan banjir yang dilakukan pemerintah Kota Semarang hingga kini belun juga membuahkan hasil yang cukup menggembirakan warga. Bahkan muncul adanya anggapan pemerintah Kota Semarang tidak serius dalam menangani bencana yang terus menjadi langganan warga pinggiran kota Semarang, terutama yang tinggal di kawasan pesisir utara Semarang. Bahkan saking tidak sabarnya mereka menunggu ketidakpastian upaya pemerintah Kota Semarang ini, beberapa perwakilan warga kelurahan Kuningan hari ini kembali mendatangi kantor lurah Kuningan. Mereka merembugkan persoalan bantuan material yang telah mereka terima yang dinilai kurang dapat memenuhi kebutuhan peninggian talut di kawasan Kali Asin yang beberapa waktu lalu sempat menumpahkan luberan air pasang tersebut.

"Bantuan 3 dam truk pasir dan karung plastik kemarin yang dari DPU itu hanya mampu meninggikan talut di sekitar Kali Asin sepanjang 50 meter saja. Untuk ketinggiannya saja hanya 20 cm. Padahal, panjangnya talut di Kali Asin ini mencapai 700 m dan tinggi idealnya 50 cm." kata Lurah Kuningan, Sumardi.

Selama ini upaya peninggian talut sebagai upaya untuk menanggulangi datangnya luberan rob ini terus dilakukan secara swadaya. Beberapa warga bahkan dengan bergotong-royong mengumpulkan dan membangun talut dengan bahan seadanya. Bahkan, upaya mereka ini tidaklah main-main sebagaimana yang dijalankan pemerintah Kota Semarang. Mereka justru dengan kesederhanaan pola kerja ini telah mampu membuahkan peninggian talut sepanjang 210 meter.

"Kalau menurut saya, penanggulangan rob ini seharusnya ada upaya pembangunan total. Artinya, di muara Kali Asin ini harus ditutup dengan menggunakan pintu air dan dipasang pompa air. Ya, warga cuma bisa menunggu realisasinya saja." kata Sumardi.

Namun di sisi lain, penilaian terhadap upaya pemerintah kota Semarang masih bernada sumbang. Bahkan, terkesan pemerintah Kota Semarang telah main lempar tanggung jawab kepada pemerintah pusat dalam menangani masalah rob ini. Menurut Ketua LPMK Kelurahan Kuningan Semarang, Kristanto, "Penanganan masalah rob ini seharusnya tidak mengabaikan pula masalah-masalah sosial dan budaya masyarakat yang merupakan imbas dari penanganan rob yang tidak pernah jelas ini. Pemerintah Kota Semarang seharusnya mampu membaca realitas sosial masyarakat yang hidup di dalam kubangan rob ini. Mereka tidak lagi mampu melakukan aktifitas sehari-harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Hal ini seharusnya juga dipikirkan. Bukan malah mengatakan ini adalah masalah nasional." [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Semarang Ditarget 100 Medali Emas dalam PORDA

Semarang, KONI Kota Semarang janjikan 100 medali emas akan dapat diraih atlet kontingen Semarang dalam penyelenggaraan PORDA mendatang. Hal tersebut disampaikan Bambang Wuragil, Ketua KONI Kota Semarang di sela-sela acara rapat koordinasi dan konsultasi pengurus KONI Kota Semarang beberapa waktu lalu. Dengan yakin ia menyebutkan, "Semarang memiliki 250 atlet lebih yang tengah dibina KONI Kota Semarang. Untuk itu, target 100 medali emas dalam PORDA saya yakin bukanlah sesuatu yang berlebihan. Ya, kalau tidak 100, 85 juga bolehlah."

Di lain hal keyakinan Bambang ini juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya. Terutama mengenai kembalinya beberapa atlet papan atas asal Semarang yang beberapa waktu lalu berpetualang di beberapa daerah lain. "Ini akan dapat memperkuat perolehan medali emas juga." kata Bambang dengan senyuman yang khas.

Keyakinan Bambang Wuragil ini agaknya mendapatkan dukungan dari ketua KONI Jawa Tengah Joko. Dia menambahkan, "Semarang sampai saat ini merupakan barometer dunia olah raga di Jawa Tengah. Sebab, Semarang merupakan kota yang telah memberikan kontribusi besar bagi pengembangan dunia olah raga di daerah maupun di tingkat nasional."

Namun demikian, ketika dikonvermasi menyoal pendanaan KONI Kota Semarang, Bambang Wuragil tampaknya menampakkan ketidakoptimisannya. Dengan wajah dan tatapan matanya yang agak meredup ia menjelaskan, "Dengan anggaran sebesar Rp 5 milyar ini, KONI Kota Semarang sebenarnya tidak mampu menutup kebutuhan anggaran yang telah direncanakan sebelumnya. Khususnya menyangkut dana insentif untuk atlet yang rencananya baru akan habis pada akhir tahun mendatang. Namun dengan 5 milyar ini, dana insentif hanya akan terpenuhi hingga bulan September. Untuk itu, kami akan mengajukan kembali alokasi anggaran kepada pemerintah kota Semarang untuk dapat menganggarkan pendanaan KONI Kota labih besar lagi. Paling tidak 10 milyar." [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......