16 April 2008

Kawasan Pantura Rentan Terjadi Konflik

Semarang, Pelaksanaan Pilkada gubernur Jawa Tengah 2008 yang akan diselenggarakan bulan Juni mendatang masih dimungkinkan akan terjadinya konflik horizontal antar kelompok pendukung calon gubernur Jawa Tengah. Hal ini dikarenakan pengalaman pemilu tahun 2004 yang lalu telah memberikan sedikit gambaran mengenai potensi tersebut. Khususnya di kawasan Pantura seperti Pekalongan, Jepara, Rembang dan beberapa kawasan lainnya.

Menurut Ketua Panwas Pilkada provinsi Jawa Tengah Sriyanto Saputro, pihaknya akan melakukan pemetaan daerah-daerah rawan konflik hingga ke tingkat kelurahan maupun desa. Selain itu, panwas berjanji akan melakukan pemetaan kemungkinan terjadinya pelanggaran-pelanggaran.

Lebih lanjut Sriyanto Saputro mengungkapkan, munculnya konflik ini lebih dikarenakan kultur masyarakat setempat yang cenderung akan memanas. Selain kawasan Pantura, Sriyanto Saputro juga akan melakukan pemantauan di kawasan Solo yang disinyalir merupakan kawasan yang memiliki temperamen politik yang cukup panas. "Di sinilah bagaimana kita dari pendekatannya, terutama panwas dari sisi pengawasannya. Sehingga perlakuannya akan lebih berbeda dan sangat berhati-hati." jelas Sriyanto. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Sukawi: Pemkot Semarang Tak Sanggup Tangani Rob Sendiri

Semarang, Pemerintah kota Semarang akui tidak mampu menangani masalah rob yang selama ini menjadi bencana langganan bagi warga pesisir kota Semarang. Menurut walikota Semarang, Sukawi Sutarip, penanganan masalah rob tidak bisa dilakukan secara individual, hanya pemerintah kota Semarang saja. Namun lebih lanjut, permasalahan rob sudah merupakan masalah nasional yang melibatkan seluruh unsur pemerintahan dari pusat hingga kelurahan. Hal ini disampaikan Sukawi setelah melantik 48 anggota panwas pilkada kecamatan gubernur Jawa Tengah.

Dengan senyum khasnya Sukawi berkata, "Penanganan masalah rob itu, sudah masalah nasional. Pemerintah kota tidak akan ada kemampuan untuk menangani masalah itu. Oleh karena itu, ada bantuan dana dari pusat jumlahnya Rp 1,7 triliun."

Lebih lanjut, Sukawi Sutarip mengungkapkan dana tersebut akan dialokasikan untuk pembangunan waduk Jatibarang sebesar Rp 850 milyar. Sedanngkan sisa dari anggaran dana tersebut akan digunakan untuk revitalisasi banjir kanal barat dan timur serta saluran yang berada di antara kedua kanal tersebut. "Ini untuk mengatasi banjir dan rob." tegasnya yakin.

Padahal, sampai saat ini pembangunan waduk Jatibarang masih tersendat karena penawaran harga ganti rugi lahan yang dinilai terlalu rendah. Untuk itu, Sukawi Sutarip kembali meminta warga yang terkena dampak pembangunan tersebut agar mau mengerti keinginan pemerintah kota yang saat ini masih dipimpinnya. Dalam hal ini pemerintah kota Semarang menekankan akan melakukan konsolidasi tanah antara kawasan atas dan bawah kota Semarang. "Konsolidasi tanah itu, semua sama-sama untung." kata Sukawi.

Selain itu, walikota Semarang meminta agar masyarakat dalam memberikan taksiran harga seharusnya bersikap realistis dan rasional.

Sementara itu, kondisi di kecamatan Semarang Utara sampai saat ini semakin parah. Kecamatan yang merupakan kawasan langganan rob ini semakin hari semakin terkatung-katung nasibnya. Bahkan, dari 10 kelurahan yang ada di dalam kawasan tersebut, 6 kelurahan di antaranya masih terus saja terendam air rob.

Menurut YMT Camat Semarang Utara Bambang Purnomo Adji, "Kondisi terparah terdapat di kelurahan Lemuru dan Bandarharjo. Di Lemuru sendiri rob sudah menggenang 300 rumah. Hal ini dikarenakan di kelurahan tersebut dikelilingi dua sungai yaitu Kali Asin dan Kali Semarang. Sehingga, bila Kali Asin meluap maka seluruh wilayah di kelurahan tersebut akan tergenang rob."

Kondisi ini juga diperparah lagi dengan tidak adanya upaya serius dari pemerintah kota Semarang untuk segera melakukan penanganan terhadap bencana rob ini. Bahkan, Bambang Purnomo Adji menilai, pencairan alokasi anggaran untuk penanganan rob ini terlalu lama. Hal ini dikarenakan pengalokasian anggaran tersebut baru akan dapat terealisir pada tahun anggaran 2009 mendatang. Untuk itu, beberapa warga kini tengah mengupayakan penanggulangan rob di kawasan mereka tinggal dengan membuat tanggul kantung pasir secara swadaya.

Sementara itu, pihak kecamatan hari ini telah menurunkan bantuan kepada warga dengan memberikan 3 dam truk pasir yang nantinya akan digunakan sebagai bahan tanggul sementara. "Pasir ini merupakan bantuan pemerintah kota yang diambil dari Kesbanglinmas dan PU." kata Bambang.

Sedangkan terkait dengan dana bantuan bencana, walikota Semarang Sukawi Sutarip kembali mengungkapkan, pemerintah kota Semarang siap untuk mengalokasikannya. Namun demikian, warga juga harus melakukannya sesuai dengan prosedur ketika mengajukan permohonan kepada pemerintah kota Semarang. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Wonderia Kembali Buka, DPRD Kota Semarang Masih Sangsi

Semarang, Setelah menutup operasionalnya selama 5 bulan, tepatnya setelah peristiwa nahas tergelincirnya wahana permainan plane tower yang menciderai 10 orang mahasiswa IKIP Veteran, akhirnya pihak PT Smart selaku pengelola taman rekreasi tersebut sedikit dapat bernafas lega. Pasalnya, mereka sudah dapat kembali membuka taman rekreasi tersebut dengan mengantongi izin walikota Semarang.

Menurut Senior Manager Operational PT Smart MA. Irfan Rahmana, dengan turunnya izin pemerintah kota pada tangal 11 April lalu, pihaknya dalam waktu satu minggu ini akan melakukan perbaikan-perbaikan serta pembersihan-pembersihan area yang ada di Wonderia. Selain itu, Irfan menegaskan pula pihaknya telah membongkar wahana permainan plane tower tersebut guna mengantisipasi terjadinya kejadian yang sama pada 5 bulan yang lalu.

"Hari ini kami persiapkan gladi resik terakhir sebelum besok kami buka untuk komersil." katanya.

Pembukaan taman rekreasi ini jelas menjadi sebuah kabar menggembirakan bagi pihak PT. Smart maupun masyarakat Semarang secara luas. Hal ini dikarenakan, selama ini Semarang masih memiliki ruang yang sangat minim untuk kebutuhan hiburan keluarga. "Kami dalam dua hari ini, terhitung muali besok akan memberlakukan get free ticketing. Khususnya untuk tiket masuk kepada masyarakat. Hal ini sebagai ungkapan terima kasih kami kepada pihak pemerintah kota yang telah memberikan izin kembali maupun apresiasi masyarakat Semarang." Jelasnya.

Namun demikian, pihak PT. Smart juga tidak mau gegabah. Hal tersebut dibuktikannya dengan membuka 16 jenis wahana permainan dari 20 wahana permainan yang ada saat ini. Menurut Irfan Rahmana, hal tersebut dilakukan karena baru 16 wahana permainan yang telah bersertifikat. Sedang 4 lainnya masih dalam evaluasi. Karena, sebagaimana dijelaskan Irfan Rahmana, keempat permainan tersebut memiliki risiko cukup tinggi. Sehingga pihaknya belum berani mengoperasikan 4 jenis wahana permainan tersebut.

"Pemberi sertifikat adalah dari fakultas teknik mesin Undip (Universitas Dionegoro)." tukasnya.

Sejauh ini, beberapa upaya lain juga dilakukan PT. Smart selaku pengelola Wonderia dengan memberikan beberapa tambahan wahana permainan. Hal ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan permintaan masyarakat yang mengingini adanya wahana permainan baru.

Namun demikian, ketika disinggung mengenai jumlah kerugian yang dialami pihak PT. Smart, Irfan Rahmana enggan untuk menyebutkannya. Namun terkait dengan PHK, selama penutupan Wonderia ini pihak PT. Smart telah mem-PHK karyawannya sebanyak 50% dari jumlah keseluruhan karyawan yang mencapai 200 orang tenaga kerja.

Di sisi lain, pemberian izin kepada pihak PT. Smart untuk dapat kembali mengoperasikan Wonderia masih dipertanyakan oleh kalangan dewan. Anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Ari Purbono menyatakan, "Selama ini pemerintah kota Semarang terlalu mementingkan PAD (Pendapatan Asli Daerah). Sementara, persoalan mendasar adalah citra Wonderia ini sudah buruk. Jadi pemerintah kota Semarang hanya mengejar PAD yang kecil, yang hanya Rp 240 juta per tahun."

Bahkan, Ari Purbono juga kembali menanyakan izin tersebut. Selain itu, ia kembali menginginkan adanya perjanjian baru antara kedua belah pihak yaitu pemerintah kota Semarang dengan PT. Smart. Lebih-lebih mengenai SOP. Ia menilai, PT. Smart dalam memberikan jaminan keselamatan, masih dijalankan setengah hati. "Citra PT. Smart sebagai pengelola Wonderia itu sudah buruk." katanya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya ketidakseriusan PT. Smart untuk memenuhi tuntutan mengenai kesanggupannya menyangkut penyediaan fasilitas-fasilitas umum lainnya yang digunakan sebagai pelengkap dalam memberikan layanan kepada masyarakat pengunjung.

Di samping itu, Ari Purbono juga menyayangkan sikap pemerintah kota Semarang yang kurang tegas dalam memutuskan permasalahan yang membelit Wonderia akibat peristiwa nahas tersebut. "Secara tegas, seharusnya pemerintah kota Semarang dapat langsung melakukan pemutusan hubungan kerja sama dengan pihak PT. Smart." Tandasnya.

Namun demikian, hal tersebut rupanya terlambat untuk dilakukan. Mengingat pihak pengelola Wonderia tetap bersikeras akan membuka kembali operasional mereka pada hari besok. Namun Ari Purbono tetap bersikukuh untuk tetap menolak pembukaan Wonderia tersebut, selama belum ada MoU dan belum ada tindakan hukum yang jelas terkait dengan kasus tragedi tergelincirnya plane tower tersebut. "Seharusnya pihak manajemenlah yang bertanggungjawab bukan tenaga kerjanya." tandasnya. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......