24 Mei 2008

Cagub dan Cawagub Harus Peduli Lingkungan

Pesoalan lingkungan masih akan menjadi PR berat bagi pemerintahan baru provinsi Jawa Tengah yang akan dibentuk melalui sebuah penyelenggaraan Pilkada Jawa Tengah, 22 Juni mendatang. Hal ini dikemukakan oleh Alvin Lie anggota DPR RI komisi VII di sela-sela Workshop Pengelolaan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan hari ini di Semarang oleh Kementrian Lingkungan Hidup. Menurutnya, pemerintah perlu cermat dalam melahirkan kebijakan-kebijakan mengenai penataan lingkungan terutama terkait dengan masalah penyediaan ruang terbuka atau ruang publik dan pengelolaan sampah.

"Hal ini menjadi tantangan bagi para pasangan calon yang akan menjabat nantinya. Maka dibutuhkan regulasi-regulasi baru yang mampu menciptakan terobosan baru pula dalam pengelolaan masalah lingkungan." kata Alvin Lie.

Sementara ketika disinggung mengenai pengalihfungsian area publik yang akhir-akhir ini marak kembali terjadi khususnya di Semarang, Ibukota Jawa Tengah ini, ia kembali menegaskan pemerintah daerah tidak perlu melakukan hal tersebut. Sebab, hal itu akan menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah setempat. Mengingat pengalihfungsian area publik ini biasanya lebih cenderung bersifat komersil.

"Justru saat ini, masyarakat sangat membutuhkan area publik." tandasnya. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Alvin Lie: Rakyat Harus Terus Konsisten Tolak Kenaikan Harga BBM

Pasca pengumuman harga BBM yang dilakukan pemerintah kemarin malam masih menuai reaksi keras dari berbagai pihak. Bahkan kalangan DPR RI yang sejak awal telah menggulirkan penolakan tersebut masih tetap konsisten untuk melakukan penolakan terhadap kebijakan pemerintahan SBY-JK tersebut. Alvin Lie salah seorang anggota Komisi VII DPR RI hari ini ketika ditemui di Semarang menyatakan, upaya yang dilakukan pihak legislatif masih perlu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat. Hal ini dikarenakan selama ini berbagai upaya untuk memberikan kritik terhadap pemerintah melalui hak interpelasi maupun hak angket cenderung hanya akan menjadi komoditas politik belaka.

"Kalau memang pemerintah sudah menetapkan kenaikan harga BBM ini, upaya legislatif dengan menggunakan hak angket maupun hak interpelasi hanya akan digunakan sebagai komoditas politik belaka." ujarnya.

"Kalau kami cuma berteriak di Senayang, sementara masyarakat masih tetap diam hal tersebut akan sia-sia belaka. Rakyat harus komit untuk terus melakukan penolakan tersebut." tegasnya.

Ia juga mengungkapkan pengalaman DPR dalam memberikan tekanan terhadap pemerintahan Megawati ketika menaikkan harga BBM dan TDL secara bersamaan adalah tidak lain berkat usaha keras dari semua kalangan termasuk rakyat. Untuk itu, ia berharap kalau memang rakyat merasa terjerat karena kebijakan ini, seharusnya rakyat tetap kosisten untuk melakukan penolakan.

"Kami tidak bisa dong berjuang sendirian. Rakyat harus tetap turun jalan." katanya mengakhiri perbincangan kami. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

BLT Tak Disambut Antusias

Pembagian dana kompensasi kenaikan harga BBM untuk Rumah Tangga Miskin yangberupa Bantuan Langsung Tunai di Kota Semarang tidak terlalu disambut oleh beberapa warga. Meskipun tampak mereka mengantri untuk mendapatkan dana bantuan tersebut, namun beberapa dari mereka menyatakan tidak berharap banyak mengenai bantuan tersebut. Tanggapan mereka cenderung pasif dan tidak antusias seperti halnya pada pelaksanaan BLT pada tahun 2005 yang lalu.

Menurut penuturan salah satu warga penerima BLT asal Telogosari, Rohman (45 tahun), ada atau tidak ada BLT tidak memberikan perubahan besar dalam kehidupannya. Ia bahkan mengatakan pelaksanaan BLT tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya dimana beberapa penerima masih belum tepat sasaran. Ia juga mengemukakan, dengan besaran bantuan yang ia terima sebesar Rp 100 ribu per bulan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya.

"Ya, kalau semuanya naik, uang 100 ribu tidak cukuplah. Yang penting itu pemerintah lebih perhatian saja sama orang kecil. Kan kalau soal kenaikan harga itu kita cuma mengikuti kemauan pemerintah saja." ujarnya di sela-sela antriannya untuk mendapatkan dana bantuan tersebut.

Di Semarang sendiri pelaksanaan pembagian BLT berjalan lancar. Pembagian dilakukan di 49 titik dari 54 titik yang direncanakan sebelumnya. 21 titik dilakukan di kantor kelurahan dan kecamatan sedang 28 titik lainnya dilakukan di kantor pos. Sementara jumlah penerima BLT di Kota Semarang terdapat 82.665 RTM. [Ribut Achwandi_Reporter Trijaya FM Semarang]

Self Potrait

Indonesia Raya

My Beauty Momment

My Movie

Potret Diri

Jendela Hati

Jendela Hati
Ketika ungkapan tak cukup mewakili kata, Hanya mata kita yang mampu mengetuk hati yang sunyi oleh kebisuan. Dan biar saja sepi terus mengalunkan nada sendu. Sebab, mungkin tak ada kata yang paling tepat untuk membahasakannya. Tentang apapun itu......